Rabu, 28 Januari 2009

Ke mana ya dia?

Hilangnya membuat aku rindu
Datangnya membuat aku bingung

Kabarnya buat aku kagum
Sifatnya buat aku gaduh

Jangan selesaikan di sini ya

Masih adakah

Telah tertinggal

Tuk hadir menemani

Merengkuh sepi

..
Tetap untukmu

10.57.59 pm
Jan 28th, 2009




Selasa, 27 Januari 2009

Tetap,
debu adalah melilipkan rona amuk
karena benalu-benalu pun telah menjadi kapas
cukup, menentramkan

Aku hidup
adalah untuknya,
tapi kemarin yang mengusang
terpanggang getir,
binasa

Senin, 26 Januari 2009

Takkan Pernah Sirna

Merindu,
Bak ranum yang di musim gugur
Menabur kekeringan
dalam helatan yang tak kunjung padam

Membiarkan,
Tapi tak izinkan

11.11 pm
26.01.2009
Berlari Kecil dalam Langit dengan Secercahnya

Beralas rumput teki yang bergetah
Menggores haluan palsu
Demi ceritera yang akhirnya berpelangi,
menawan. Rupawan.

11.00 pm
26.01.2009
Mendayu

Gempita sedang menghampiri nurani
Mengombang-ambing benalu yang merengkuk dari kasih
Adakan rautan jamur,
dan lapang semakin meluas saja

Kornea soroti gumpalan antara lembayung yang hampir padam,
dengan dinding yang telah membelukar

22.12.2008
5.19 am
Sedang... (Apakan?)

Hangat itu telah mengembun
Menjadi titik-tik noda yang alunkan pilu lara
Bungkam.
Dan etalase bingkai hati membalikkan dayungan,
tuk kembali pada laluan yang hampir membinasakan!

Jangan..
Jangan untuk kali ini

Benarkah lokomotif itu akan menghilang dari peredaran?
Campakkan yang benar untuk dipertahankan?

Tidakkan bianglala yang sempat menjalar
Harus itu!

AMQ
8.52 pm
26.01.2009